Hipotensi / Tekanan Darah Rendah (Artikel Lengkap)

. Hipotensi / Tekanan Darah Rendah. Silakan disimak selengkapnya.

HIPOTENSI

PENGERTIAN HIPOTENSI

Hipotensi adalah keadaan ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal dan biasa disebut dengan tekanan darah rendah.

Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah.

Terhambat atau terbatasnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ vital lainnya seperti ginjal dapat terjadi jika tekanan darah terlalu rendah, sehingga dapat menyebabkan kepala terasa ringan dan pusing. Tubuh juga akan terasa tidak stabil atau goyah, bahkan kehilangan kesadaran.

Ada dua ukuran yang digunakan dalam tekanan darah, yaitu tekanan sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). Tekanan darah yang normal adalah antara 90/60 dan 140/90. Penderita hipotensi memiliki tekanan darah di bawah 90/60, sedangkan jika tekanan darah di atas 140/90 maka orang tersebut menderita hipertensi.

 Hipotensi  Hipotensi / Tekanan Darah Rendah (Artikel Lengkap)

JENIS HIPOTENSI

Ada tiga macam hipotensi yang paling umum yaitu:


1. Hipotensi Postural (Postural Hypotension)

Pada jenis hipotensi ini, tekanan darah mungkin turun mendadak karena perubahan posisi tubuh, biasanya saat sedang berdiri dari posisi duduk atau dari posisi berbaring. Orang yang mengalami perasaan seperti mau pingsan, pusing dan pandangan kabur setiap kali ia berdiri dari posisi duduk atau dari posisi berbaring, mungkin mengalami hipotensi postural. Biasanya tubuh mengkompensasi penarikan darah ke arah bawah karena gaya grafitasi dengan cara meningkatkan laju detak jantung untuk memastikan distribusi darah ke otak dalam jumlah cukup. Pada hipotensi postural, tekanan darah turun karena jantung tidak memompa cukup darah sehingga terjadi kekurangan oksigen di otak, yang menyebabkan timbulnya gejala rasa pusing bahkan pingsan.

Orang lanjut usia biasanya mengalami hipotensi postural, khususnya mereka yang berusia diatas 60 tahun. Namun hipotensi ini juga dapat terjadi pada orang muda, tanpa bahaya tertentu karena sirkulasi darah yang kurang lancar akibat terlalu lama duduk atau jongkok. Dehidrasi, temperatur panas, kehamilan, saat-saat badan capek juga dapat menyebabkan hipotensi postural. Kadangkala obat-obat yang ditelan untuk mengontrol hipertensi (tekanan darah tinggi) seperti beta blocker dan diuretic juga dapat menjadi salah satu penyebab hipotensi.

2. Hipotensi Postprandial (Postprandial Hypotension)

Hipotensi postprandial adalah turunnya tekanan darah secara mendadak setelah mengkonsumsi makanan. Setelah makan, darah mengalir cepat ke saluran pencernaan, dan untuk mengkompensasi penurunan mendadak dalam pembuluh, laju detak jantung meningkat dan beberapa pembuluh darah menyempit. Ini merupakan respon yang otomatis, namun bagi sebagian orang dengan kelainan syarat tertentu seperti pada penderita penyakit Parkinson, tubuhnya tidak dapat segera mengatasi aliran darah mendadak ke perut. Akibatnya orang tersebut akan mengalami pusing dan kadang-kadang pingsan.

Seseorang yang mengalami hipotensi postprandial harus makan makanan dalam porsi-porsi yang sedikit supaya tidak memicu terjadinya penurunan tekanan darah secara mendadak. Kadang-kadang pengobatan hipertensi juga dapat menyebabkan hipotensi postprandial, sehingga dosis obat hipertensi perlu dikurangi agar kondisi tubuh membaik.

3. Hipotensi Karena Syaraf (Neurally Mediated Hypotension)

Dalam kondisi normal, jika anda berdiri atau berjalan selama jangka waktu tertentu, gaya gravitasi menarik darah ke ujung-ujung bagian bawah tubuh anda, yang menyebabkan tekanan darah turun. Tubuh mengkompensasinya dengan meningkatkan laju detak jantung dan memompa lebih banyak darah untuk mensuplai otak dan organ-organ lainnya. Pada sebagian orang suplai darah tidak dapat terpenuhi karena adanya masalah komunikasi pada sistem syaraf yang menyampaikan perintah dari otak kepada jantung, sehingga jantung tidak segera meningkatkan laju detaknya dan terjadilah ketidak-seimbangan sirkulasi darah dan menyebabkan pusing bahkan pingsan.


GEJALA HIPOTENSI

Tidak semua yang mengalami hipotensi akan merasakan gejala. Kondisi hipotensi juga tidak selalu memerlukan perawatan. Namun jika tekanan darah cukup rendah, kemungkinan besar bisa menimbulkan gejala-gejala seperti berikut ini.
  • Jantung berdebar kencang atau tidak teratur.
  • Pusing.
  • Lemas.
  • Mual.
  • Pingsan.
  • Kehilangan keseimbangan atau merasa goyah.
  • Pandangan buram.

PENYEBAB HIPOTENSI

Faktor yang menyebabkan penurunan tekanan darah antara lain :
  • Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyaknya darah yang dipompa dari jantung setiap menitnya, maka semakin tinggi juga tekanan darahnya. Selain itu, seseorang yang memiliki kelainan atau penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung, maka akan berdampak juga pada berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) keseluruh tubuh.
  • Pendarahaan yang hebat sehingga menyebabkan jumlah darah berkurang, diare yang tidak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau berkemih berlebihan juga menjadi faktor terjadinya penurunan tensi darah.
  • Pelebaran pembuluh darah juga mampu menyebabkan turunnya tekanan darah. Situasi ini biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare, obat-obatan vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE).
  • Terjadinya peradangan pada kantong yang mengelilingi jantung (pericardium) yang biasa dikenal sebagai pericarditis yang menyebabkan cairan menumpuk didalam pericardium dan menekan jantung sehingga  membatasi kemampuan jantung untuk mengisi dan memompa darah ke seluruh tubuh
  • Adanya bekuan darah dalam pembuluh vena (pulmonary embolism) dimana bekuan darah ini dapat menghalangi aliran darah kedalam bilik kiri (left ventricle) dari paru-paru dan akibatnya akan mengurangi darah yang kembali ke jantung untuk dipompa.
  • bradycardia atau denyut jantung yang lambat yang dapat mengurangi jumlah darah yang dipompa oleh jantung. Angka detak jantung istirahat untuk seorang dewasa sehat adalah antara 60 dan 100 detak/menit. hal ini berkaitan dengan heart rate yaitu berapa kali jantung berdenyut dalam satu menitnya. Semakin tinggi heart rate, semakin tinggi pula tekanan darah

Hipotesi bisa juga disebabkan oleh obat-obatan, seperti:
  • Alkohol
  • Obat pereda gelisah
  • Anti depresan jenis tertentu
  • Diuretik
  • Obat jantung, termasuk obat hipertensi dan jantung koroner
  • Obat yang digunakan dalam pembedahan
  • Obat penghilang rasa sakit

PENGOBATAN HIPOTENSI

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tekanan darah rendah (hipotensi), diantaranya :

- Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas per hari, sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat.
- Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam.
- Berolahraga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu dapat membantu mengurangi timbulnya gejala.
- Pada wanita dianjurkan untuk mengenakan stocking yang elastis.
- Pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas keseharian, selain itu dokter hanya akan memberikan vitamin (suport/placebo) serta beberapa saran yang dapat dilakukan bagi penderita.

Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir bahwa dengan mengkonsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi dapat meningkatkan tensi darah sebenarnya belum jelas, Namun dibenarkan kalau hal itu akan meningkatkan kandungan Haemoglobin (Hb) dalam darah. Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan darah rendah artinya suplai darah tidak maksimal ke seluruh bagian tubuh. Haemoglobin (Hb) rendah adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai zat pengikat oksigen dalam darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat (anemia), pusing (oksigen yang diangkut/suplai darah ke otak kurang), merasa cepat lelah dan sebagainya.

Dalam kasus Hipotensi yang benar-benar diperlukan pemberian obat, biasanya ada beberapa jenis obat yang biasa dipakai seperti fludrocortisone, midodrine, pyridostigmine, nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), caffeine, dan erythropoietin.



Pengobatan Herbal Hipotensi

1. Cara Pertama

Bahan-Bahan :
– 6 gram buah cabe jawa kering
– 1 sendok makan madu

Cara Pemakaian :
– Tumbuk halus cabe jawa kering
– Kemudian tambahkan 1 sendok makan madu
– Minum ramuannya 2 kali sehari

2. Cara Kedua

Bahan-Bahan :
– 4 lembar daun komfrey segar
– Garam secukupnya
– 4 gelas air

Cara Pemakaian :
– Lemaskan daun komfrey dengan garam
– Lalu dicuci
– Makan 2 kali sehari sebagai lalap

DIET BAGI PENDERITA HIPOTENSI

Makanan yang dianjurkan :
  1. Kacang-Kacangan
Mengonsumsi kacang-kacangan ternyata cukup terbukti ampuh untuk mengatasi tekanan darah rendah. Hal ini dikarenakan kacang-kacangan adalah jenis makanan yang mudah dicerna sehingga lebih mudah membuat tekanan darah naik. Penderita darah rendah biasanya disarankan utnuk mengonsumsi kacang merah, kacang hijau, buncis, dan sejenisnya.
  1. Air Putih
Seperti yang tadi sudah kami jelaskan bahwa salah satu penyebab darah rendah adalah dehidrasi atau kekurangan cairan. Jadi untuk membuat tubuh Anda lebih sehat, konsumsilah minimal 8 gelas sampai 10 gelas air putih setiap hari untuk membuat tubuh Anda tetap terhidrasi.
  1. Daging dan Hati Ayam
Menu makanan sehat lainnya yang bisa Anda manfaatkan sebagai obat darah rendah adalah daging ayam dan hati ayam. Alasannya adalah karena pada daging dan hati ayam adalah sumber protein hewani yang cukup tinggi. Di mana protein merupakan zat yang bisa membantu meningkatkan tekanan darah di dalam tubuh. Selain itu protein juga dibutuhkan untuk membangun sel-sel dalam pembuluh darah.
  1. Roti dan Sereal
Selain mengonsumsi daging dan hati ayam, penderita hipotensi juga disarankan utnuk mengonsumsi roti dan seral. Di mana makanan tersebut terbuat dari bahan dasar gandum. Gandum sendiri merupakan sumber zat besi yang cukup tinggi, sehingga bisa membantu menjaga kondisi tubuh dari risiko tekanan darah rendah.

Adapun pantangan makanan untuk penyakit darah rendah adalah sebagai berikut ini :

1. Kurangi Konsumsi Minuman Beralkohol, bagi anda yang suka minum-minuman beralkohol karena bisa mengikat darah dalam tubuh anda.
2. Makanan Yang Mengandung Lemak Jenuh,
3. Makanan Yang Mengandung Lemak Trans dan Terhidrogenasi,
4. Makanan Cepat Saji Terutama Makanan Yang Digoreng,
5. Makanan Yang Banyak Mengandung Kafein,
6. Jangan Terlalu Banyak Mengkonsumsi Air Kelapa Muda,
7. Jangan Banyak Makan Mentimun dan Belimbing,
8. Tidak Diperbolehkan Kurang Tidur,
9. Beraktifitas Jangan Terlalu Lelah,
10. Jangan Banyak Pikiran dan Jangan Stress.

Demikian artikel tentang Hipotensi / Tekanan Darah Rendah meliputi Pengertian, Gejala & Penyebab Hipotensi, Pengobatan medis dan Herbal Hipotensi, serta diet untuk penderita Hipotensi. Semoga bermanfaat..
LihatTutupKomentar